Terbentuknya Arema Malang Hingga Juara Liga

Terbentuknya Arema Malang Hingga Juara Liga

Arema FC sebuah klub sepakbola yang berasal malang, sebuah kota di Jawa Timur. yang digagaskan dan didirikan oleh Brigadir Jenderal TNI Purn Acub Zaenal pada 11 Agustus 1987.

Dalam misi nya mendirikan klub sepakbola ini, Jenderal TNI Purn Acub dibantu serta rekannya Dirk Sutrisno. Kemudian terbentuklah sebuah klub sepakbola yang bernama PS Arema kependekan dari Persatuan Sepakbola Arema

Sang Jendral juga merekrut putranya sendiri, untuk manajemen operasi klub yang bernama Lucky Adrianda Zaenal, atau yang di akrab disapa “Sam Ikul”. Karena Acub banyak pengalaman di dunia sepakbola tanah air, dimana dirinya pernah memimpin klub Perkesa78 dan  klub Niac Mitra.

Berlaga DiKompetisi Galatama

Liga Galatama di tanah air juga merupakan salah satu cikal bakal terbentuknya PS Arema, karena kompetisi ini mulai dibentuk pada era tersebut. Pada tahun 1980 terdapat dua kompetisi berbeda yang berlangsung secara bersamaan yaitu Perserikatan dan Galatama.

Setelah PS Arema terbentuk dan berdiri, kota Malang pun resmi punya dua tim sepakbola. Tim sepakbola dukungan lainnya bernama Persema Malang yang yang dibentuk pada tahun 1953.

Persema Malang berlaga dikompetisi perserikatan, dan PS Arema berlaga di kompetisi Galatama. Kedua kompetisi tersebut berlangsung bersamaan namun tidak ada hubungan, dalam hal persaingan juara maupun kepelatihan.

Sebelum terbentuk, PS Arema mereka melakukan beberapa persiapan. Ketika itu mereka mempunyai Hasan Ambarak dan Slamet Pramono yang menempati posisi asisten pelatih, kemudian mereka mendatangkan serta pelatih kawakan Sinyo Aliandoe.

Dirk Sutrisno menjabat manajer tim pemilik PS Armada 86, dan Eko Subekti menjabat posisi bendahara klub. Dirk Sutrisno sebagai manajer tim berhasil mendatangkan beberapa pemain baru lainnya, seperti Effendi Azis, Kusnadi Kamaludin, Mahdi Haris, dan Donny Lattuperisa.

Ada juga beberapa pemain dari 1 daerah malang dan ada pula beberapa mantan pemain persema malang. Hanya Maryanto tidak jadi didatangkan ke kompetisi Galatama lantaran tidak dilepas oleh Persema Malang.

Brigadir Jenderal TNI Purn Acub Zaenal juga pernah menjabat sebagai Gubernur Irian Jaya tahun 1973-1975, kemudian dia juga serta memboyong pemain generasi papua pertama.

Pemain-pemain yang di boyongnya kekompetisi adalah Mecky Tata, Stepanus Korwa, Dominggus Nowenik, Elly Rumbiak, Ferry Rumbayan, dan Theodorus Bitbit. Selain pemain-pemain Papua yang diboyongnya juga ada pemain lainnya dari Indonesia Timur, Sammy Betay, Ferry Rumbayan, dan Yohanes Geohera.

Setelah dua bulan tim telah terkumpul, PS Arema pun mulai melakoni beberapa pertandingan uji coba dan sayangnya semuanya menelan kekalahan. Tidak patah semangat sampai ditahap uji coba saja, Arema tetap fokus membidik Galatama yang mulai nanti pada bulan Oktober 1987.

Pada saat kompetisi Galatama tahun pertama berakhir, tidak disangka masih tim bau kencur ini bisa mendaki ke posisi 6 klasemen akhir. Hasil akhir yang cukup mengejutkan, mengingat tim ini payah di semua laga uji coba yang lalu.

Masa Keemasan Arema

Hanya dalam waktu 3 tahun saja, bisa dikatakan Arema mulai bersinar dan menjelang masa keemasan. Awalnya tim ini baru terbentuk sama sekali tidak dianggap, tetapi seiring berjalannya pertandingan demi pertandingan tim Arema ini semakin mantap.

Dilain sisi Arema semakin menyedot perhatian ketika semakin banyaknya suporter tim. Para suporter ini menamai diri mereka dengan sebutan Aremania, mereka kerap yang datang memenuhi Stadion Gajayana, Malang.

Pada kompetisi Galatama ke-X pada tahun 1990, tim Arema yang tampil gemilang di segala kondisi pertandingan baik kandang maupun tandang. berkat diasuh oleh pelatih berpengalaman Mohamad Andi Teguh tim ini mampu memantapkan dirinya di posisi 4 besar.

Tim sepakbola Arema sempat kacau karena meninggalnya sang pelatih Andi Teguh. Akan tetapi mereka tetap mencoba bangkit lagi, dukungan datang dari pelatih muda Gusnul yang sangat yakin akan kekuatan Arema.

Terbukti Gusnul mampu membawa klub Malang itu mencapai tangga juara kompetisi, gelar juara Kodak Galatama berhasil disabet oleh Arema. Disisi lain striker Arema andalan mereka, Singgih Pitono juga menyabet gelar top scorer di Galatama XI sebanyak 16 gol dan Galatama XII mencetak 21 gol.

Arema Berganti-ganti Nama

Statusnya sebagai klub swasta, PS Arema pun kerap berganti-ganti nama. Dari awal berdiri bernama PS Arema Malang dari tahun 1987-1995, kemudian pengelolaan berpindah ke pada Bentoel, namanya pun diganti dan berbau sebuah brand menjadi nama PS Arema Bentoel dari tahun 1995-2009.

Perubahan berikutnya kembali terjadi pada tahun 2009 berubah nama menjadi Arema Indonesia FC dari tahun 2009-2013, setelah tahun-tahun tersebut lalu berganti lagi menjadi Arema Cronus FC pada 2013-2016.

Dari tahun 2016 tersebut hingga sekarang dengan nama Arema FC, perubahan nama yang simpel dan cukup mudah diingat oleh para bola mania. Sejak pertama kali berdiri hingga saat ini, Arema FC sudah beberapa kali menyabet juara liga dan turnamen lainnya.